Thursday, November 21, 2013

Untuk Tuan-tuan yang Buta



Untuk tuan-tuan yang buta.
Bukankah kau masih bisa menyentuh dirimu sendiri Tuanku?
Kau tahu dimana letak hidung, telinga dan bibirmu.
Apa kini hidungmu menjadi buta juga?
Sehingga tak mampu mencium aroma-aroma kekeringan.
Apakah kupingmu turut menjadi buta?
Sehingga kau tak mendengar nyanyian-nyanyian kesengasaraan.
Dan bibirmu ikut serta menjadi buta?
Seolah sebutir kata sangat berhaga yang tak bisa kau lontarkan?

Aku buta Tuan.
Namun nuraniku masih bisa mendengar, mencium dan mampu berteriak-teriak memohon pertolongan.

Wahai Tuan.
Bukankah kita sama?
Sesama manusia.                                           
Sesama hidup.
Sesama bernyawa.
Hanya satu yang beda.
Kau Tuan Aku Hamba

Hudan zul. Kaloran,  oktober 2012

Labels: