Untuk Tuan-tuan yang Buta
Untuk
tuan-tuan yang buta.
Bukankah kau
masih bisa menyentuh dirimu sendiri Tuanku?
Kau tahu
dimana letak hidung, telinga dan bibirmu.
Apa kini
hidungmu menjadi buta juga?
Sehingga tak
mampu mencium aroma-aroma kekeringan.
Apakah
kupingmu turut menjadi buta?
Sehingga kau
tak mendengar nyanyian-nyanyian kesengasaraan.
Dan bibirmu
ikut serta menjadi buta?
Seolah
sebutir kata sangat berhaga yang tak bisa kau lontarkan?
Aku buta
Tuan.
Namun
nuraniku masih bisa mendengar, mencium dan mampu berteriak-teriak memohon
pertolongan.
Wahai Tuan.
Bukankah
kita sama?
Sesama manusia.
Sesama
hidup.
Sesama
bernyawa.
Hanya satu
yang beda.
Kau Tuan Aku Hamba
Labels: puisi

<< Home