Ruh yang Jengah
Ini badan
sudah kering kerontang,
Masih mau nambah memikul masalah jagat raya.
Ini
tulang-tulang bak lidi,
Masih mau
memangkas pohon-pohon jati.
Ini mata
sudah celong merah,
Masih mau
berpandangan dengan asap neraka.
Sepertinya
sang ruh sudah jengah dengan jasad yang,
Kering
kerontang dengan tulang-tulang lidi dan mata merah celong.
Ruh ini
seperti maksa keluar sampai getarkan tubuh yang sudah rapuh.
Hudan zul. Kaloran, oktober 2012.
Labels: puisi

<< Home