Sunday, December 8, 2013

Kuncup-kuncup membatu



kasih, lihatlah di timur cahaya nyenyak terpejam
manakala pucat mimpi dan gerimis melarutkan puisi
lagi-lagi aku tersakiti oleh runcing sepi

kasih, padahal purnama masih terang menyala
tapi gelap sudah memayungi sukmaku yang lepuh
lantas cintaku perih terkapar


Puisi Oleh : Ghaniyyu

Walantaka, Agustus 2012

Labels: