Kematian Yang Terencana
KEMATIAN YANG TERENCANA
Puisi Abdul Salam HS
akulah penggumam setia menanti setiap lahar musim
yang akan lewat dari retak matamu. aku dihadapkan
pada
jalan-jalan ditumbuhi tinggi belukar, tiang-tiang
penyangga
kota yang tercerabut dari tanah merah dan rebah.
orang-orang
berlarian mencari pertolongan seperti mencari ruhnya
sendiri yang tersesat dan hilang dalam pecahan
cermin
ternyata mimpi dan resahlah yang paling dekat pada
hati kita. setelah bertahun-tahun sumbu api membakar
mulut yang temaram di atas ranjang
kasih, lihatlah sungai-sungai yang mengering dan
rumah-
rumah beratap bocor. disana, nasib dan kematianku
sudah jauh-jauh hari terencanakan
Serang,2011
Labels: puisi

<< Home